Maksiat atau taat. Bukan perkara yang mudah untuk kita terus buat dan tinggal, ia bukan suatu yang dapat segera berubah, dapat ikut. Ia bukan sekadar dengar, tahu, diperjelaskan tentang hukum, balasan, kenapa dan mengapa? Bukan dengan zahir keadaan. Ia benar-benar memerlukan kefahaman dalam Agama. Tahu, dalami hal Agama. Hubungan kita dengan Allah, yang benar-benar perlu dipelihara, dijaganya. Memelihara ketetapan, perintah, larangan Allah. Bagaimana Amalan rutin kita. “Mereka, para ulama’-ulama’, yang hebat, kita lihat perjalanan, akhlak, kesungguhan mereka. Orang yang hebat, tinggi sanjungan, kemuliaannya, sudah pasti kuat amalnya, kuat hubungannya dengan Allah”. Kita semua hamba Allah. Allah yang cipta. Lemah, kuat, sakit, sihat, hebat kita Allah tahu. Marilah,, kita perlu selalu pohon pada Allah, mohon kekuatan untuk selamat. Mampu tahan, kawal dari buat dosa, maksiat, minta dibuka jalan penawarnya. Sebab kita Allah yang cipta, kekuatan itu dengan dari Allah. Sabda Nabi saw:
Peliharalah titah perintah Allah nescaya Ia akan memelihara engkau, peliharalah larangan Allah nescaya engkau dapati Ia selalu dihadapanmu. Apabila kamu meminta, maka mintalah kepada Allah dan apabila kamu memohon pertolongan, maka mohonlah dari Allah. Ketahuilah, seandainya umat manusia sepakat untuk memberi sesuatu manfaat untukmu, mereka tidak dapat memberinya melainkan mengikut apa yang telah Allah tetapkan untukmu, dan sekiranya mereka sepakat untuk menimpakan engkau dengan sesuatu keburukan tidaklah mereka dapat melakukannya melainkan dengan sesuatu yang Allah telah tentukan keatas dirimu, kerana telah terangkat pena dan telah kering kertas (telah ditentukan semuanya). (Hr at-Tirmidzi, hasan sahih)
Ingat kita akan terus diuji, hingga mati. Jangan sesekali merasa kuat, hebat. Jangan biar lemah ikatan, hubungan kita dengan Allah. Lupa, lalai, jauh dengan Allah, terhasil dosa, akan inginkan dosa. Dosa sudah pasti melemahkan hubungan, melonggarkan ikatan dengan Allah. Sukar buat amal dan pertingkatkan amal. Dosa mengekang kebaikan, kebenaran, keikhlasan. Demikian dalam amal, ikhlas syarat terima amalan dan Rahmat Allah yang selalu kita dambakan.
Amal, ibadat, dirasa nikmat bila dosa dapat dijauhi dan rasa berat, tak selesa, bila dosa masih diselangi. Dosa, maksiat dirasa nikmat, selamat, suka, gembira, bila hati penuh dosa, dengan titik hitam, kebaikan jarang sekali dan rasa gelisah, serba salah, bila hati masih punya kebaikan, keimanan. Firman Allah swt:
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. (Al-Ikhlash 2)
Sesungguhnya orang-orang yang Beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gementarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah Iman mereka (kerananya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (Al-Anfaal 2)
Dan orang-orang yang mau menerima Petunjuk, Allah menambah Petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan Ketaqwaannya. (Muhammad 17)
Nasihat, peringatan untuk diri dan saudara-saudari, muda-mudi sekalian. Ketahuilah, kesabaran, keperitan, ketabahan diri kita mengawal nafsu dari tergelincir kearah perkara maksiat akan beroleh ganjaran yang cukup mengembirakan di Akhirat sana. Nikmat di dunia ini tidak kekal, kelalaian diri dengan nikmat dunia yang hanya sebentar dan tidak disertai dengan taubat pada penghujungnya menghasilkan natijah yang buruk disana. Kewaspadaan diri dengan nikmat hiburan dunia yang sementara ini menghasilkan natijah yang cukup berharga, manis disana. Firman Allah swt:
Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang Beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri. Masuklah kamu ke dalam syurga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan. Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam syurga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya. Dan itulah syurga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu Kerjakan. (Az-Zukhruf 68-72)
Sabda Nabis saw: Barangsiapa yang dapat memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) apa yang ada di antara dua janggutnya dan di antara dua kakinya, maka kuberikan kepadanya jaminan Syurga. (Hr Bukhari)
Ketetapan, hukum Islam menjamin, memelihara, menyelamatkan semua manusia. Menjaga semua kepentingan manusia. Marilah kita amalkan Doa dari Nabi saw ini:
“Wahai Tuhan Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu, aku memohon pertolongan. Baikilah seluruh urusan hidupku, dan janganlah Engkau serahkan diriku ini kepadaku walau sekelip mata” (Hr an-Nasaie, al-Bazzar dengan sanad yang sahih)
“Wahai Yang Membolak-balikkan jantung hati (Allah)! Tetapkan kami atas agama-Mu” (Hr at-Tirmidzi, Ahmad, ibn Abi ‘Asim - dinilai sahih)
Keyakinan, lahir kekuatan. Menjurus untuk teguh ketaatan dan menghadapi segala ujian. Hal selepas kematian, Akhirat, janji nikmat Syurga, azab Neraka bukan rekaan. “hari-hari hidup berlalu, esok kita mungkin ada rancang, ingin buat sesuatu, menunggu, mengharap sesuatu, mungkin ia berita, cerita bahagia atau kecewa. Namun banyak mana yang telahpun kita lalui esok itu, lain yang jadinya. Derita bertukar gembira, gembira bertukar derita, dan bermacam kejutan yang kita tak sangka, tak dapat agak, percaya terjadinya. Walau telah dikhabarkan, atau tidak pun dikhabarkan lagi. Hinggalah tetap berlalu juga masa itu. Ini menunjukkan kekuasaan Allah, benar janji, firman Allah. Ada yang mengawal, mengaturnya. Begitulah kelak, Al-Quran dan Hadis amat banyak telah menceritakan hal Akhirat, bukti terlalu banyak, namun ada tak percaya, masih menunggu saat sebenarnya. Demikian saat itu sudah pasti kita memang akan sedar, tapi tak ada guna lagi”. Firman Allah swt:
Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui apa yang akan didapatinya Esok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan Mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenali. (Luqman 34)
Hari yang tiada guna, manfaat harta dan anak-anak. Melainkan siapa yang datang, mengadap Allah dengan Hati yang Bersih. (Asy-Syu'araa' 88, 89)
Hari yang tiada guna, manfaat harta dan anak-anak. Melainkan siapa yang datang, mengadap Allah dengan Hati yang Bersih. (Asy-Syu'araa' 88, 89)
Apa-apa ujian dalam hidup, bersabarlah, kuatlah, yakinlah, ingat janji-janji Allah. Serahlah, bergantunglah pada Allah. Jangan berputus asa, tiap manusia akan pasti diuji dengan cara yang Allah aturkan. Kita tak mengetahuinya. Tiap perit, sakit, susah dirasa, ingatlah Allah, ingat duniakan pasti berakhir. Bangkitlah.. segalanya tidak sia-sia, balasan ganjaran Nikmat itu benar dalam kita menahan nafsu dari buat yang dilarang Allah, untuk taat, jalani suruhan Allah. Kita semua milik Allah, dari Allah dan pasti akan pulang kepada Allah.
“Ya Allah, bantulah, berilah kekuatan pada kami dalam menghadapi ujian-Mu”
22 Jamadilawal 1433 H bersamaan 14 April 2012 M
Sabtu, 06.10 pm. Sana’a, Yaman.